Baku
(SI ONLINE) - Keputusan pemerintah Azerbaijan untuk melarang gadis-gadis
SMA memakai jilbab menuai banyak kecaman dari warga Muslim Azerbaijan.
Seorang penduduk Sumgait kota industri utara Baku, Azar Azizov pada
Jumat 24/6/2011) menyatakan bahwa putrinya telah kehilangan hak untuk
pendidikan dan ia menderita tekanan mental.
Azar Azizov mengatakan bahwa dia akan membawa kasus putrinya ke
Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, karena dia tidak mendapatkan hasil
apapun dari pemerintah Azeri.
Larangan pada kode etik pakaian Islam tidak disebutkan dalam konstitusi
negara. Hukum perdata Azerbaijanpun tidak melarang pemakaian jilbab,
tapi pemerintah Azeri mencegah siswa pergi ke sekolah menggunakan jilbab
dengan dalih bahwa siswa harus menghormati kode berpakaian persatuan
negara.
Pada bulan Januari, Baku melakukan upaya untuk meredam gerakan
pro-jilbab di republik Soviet dengan mengajak para aktivis Muslim dan
menekan tuduhan tidak mendasar yang menentang mereka.
0 komentar:
Posting Komentar